Rabu, 27 April 2016

Pantai Sundak, Yogyakarta

Pantai sundak gunungkidul merupakan bagian dari objek wisata Pantai SUndak. Objek wisata Pantai Sundak berada di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta dan merupakan objek wisata alam yang mempesona.

Kamis, 21 April 2016

Pengembangan Karir Untuk mencapai Kesuksesan dan Kepuasan



PENDAHULUAN

PENCAPAIAN KESUKSESAN DAN KEPUASAN KARIR



A.    Pendahuluan

Bagi banyak orang, kerja merupakan pencurahan waktu dan energy yang lebih banyak daripada aktivitas manusia yang lain. Pekerjaan, seperti yang diungkapkan sun dan Wang

(2012) menyediakan sesuatu yang bisa memuaskan kebutuhan manusia – diantaranya : psikologis, keselamatan, sosialisasi, ego, aktualisasi-diri, dan afiliasi. Pekerjaan – menurut Landy and Conte (2013) – merupakan karekteristik yang mendefinisikan cara orang memberi nilai kepada masyarakat, keluarga, dan diri mereka sendiri.

      Hal yang terkait dengan, bhkan identic dengan pekerjaan adalah karir, seperti yang dikemukakan oleh Longman Dictionary of American English (Pearson Education, 2009: 143), “ a job or proffesion that you have been trained for a long time.” Selain itu pekerjaan atau work  dimaknai sebagai job, occupation, proffesion, atau career” (Pearson Education, 2009: 1155 ).

B.     Kesuksesan Karir

Setiap orang ingin memiliki kesuksesan karir. Tetapi makna kesuksesan tersebut berbeda bagi tiap-tiap orang, dan bervariasi menurut keadaan. Salah satu di antaranya (Seibert, 2006: 148) menyatakan,“career success can be defined as the positive material and psicological outcomes resulting from one’s work-related activities and experiences.” Dalam pengertian ini, kesuksesan karir adalah hasil positif, baik secara materi maupun kejiwaan yang berasal dari aktivitas dan pengalaman seseorang yang terkait dengan pekerjaan.

Terhadap kesuksesan orang memiliki asumsi / anggapan yang berbeda-beda. Ada empat asumsitersirat dalam banyak literature kesuksesan karir yang diidentifikasi (Heslin, 2005)

1.      Hsil Objektif (misalnya ; gaji dan promosi) merupakan wakil yang memadai untuk keberhasilan, bahkan mungkin melampaui konteks manajerial dan professional dimana kebanyakan penelitian kesuksesan karir dilakukan.

2.      Kepuasan kerja dan dan karir secara memadai menangkap keluasan dimensi yang digunakan orang untuk melakukan reaksi terhadap karirnya.

3.      Asumsi yang melekat bahwa orang memiliki kesamaan dalam perhatian / kebutuhan terhadap kesuksesan yang mereka capai dalam ranah objektif, dibandingkan dengan ranah objektif.

4.      Literatur kesuksesan karir sebagian besar beranggapan bahwa orang memiliki konsep dan penilaian terhadap keberhasilan karir hanya dikaitkan dengan kriteria rujukannya sendiri, seperti aspirasi karir mereka.

Selain itu, Den (dalam Baruch, 2004) mengidentifikasi lima ukuran untuk kesuksesan karir;

1.      Mengalami kemajuan

2.      Memperoleh rasa aman

3.      Menjadi tinggi

4.      Menjadi bebas

5.      Menjadi seimbang

C.    Kepuasan Karir

Kepuasan karir merupakan variable penting dalam riset mengenai pengembangan karir dan wilayah lain penelitian yang berhubungan dengan pekerjaan, dinamika pekerjaan dan penyesuaian individu. Ketika peneliti bertanya kepada orang melihat ke belakang kehidupan mereka, dan menunjukkan seberapa puas mereka terhadap karirnya, beberapa asumsi dibuat (lounsbury, 2006)

1.   Karir adalah konsep yang memiliki makna bagi orang-orang sebagai fenomena unik, sebagai ranah pengalaman khusus

2.   Perubahan karir berubah seiring waktu dan kepuasan tergantung pada kemajuan,

3.   Sebagaimana dalam banyak wilayah kepuasan, penilaian kepuasan karir biasanya meliputi pertimbangan tingkat pengalaman saat ini dengan yang diharapkan / dikehendaki.

D.    Organisasi Buku

Terlepas apa namanya – perencaan karir, manajemen karir, atau pengembangan karir, yang dilakukan pegawaibatau organisasi ditujukan untuk mencapai keseimbangan kesuksesan karir, baik yang objektif maupun subjektif.









BAB 1

KONSEP DAN PENGERTIAN KARIR



A.    Pendahuluan

Tren dalam globalisasi, demografi, teknologi (baik informasi maupun yang lainnya), perubahan hubungan kerja, pekerjaan berbasis-tim dan struktur organisasi baru mempunyai dampak yang signifikan terhadap cara pandang karir. Dari sudut pandang ini, para pakar mempertanyakan relevansi jenjang karir tradisional. Pandangan kontemporer mengenai pengembangan karir berpendapat bahwa individu dan organisasi harus fleksibel dan dapat beradaptasi agar tetap sukses dalam lingkungan yang terus menerus berubah dan tidak menentu.

Untuk menghadapi kondisi seperti itu, dibutuhkan perubahan paradigma karir, yang dikenal dengan protean career. Menurut Noe (2011), protean career merupakan karir yang kerap berubah yang didasarkan atas perubahan-perubahan pada minat, kemampuan dan nilai seseorang serta perubahan-perubahan dalam lingkungan kerja. Pegawai dalam protean career mengambil tanggung jawab mengelola karirnya sendiri. Praktik ini konsiten dengan kontrak psiologis. Pegawai mencari organisasi yang menyediakan, bukan keamanan kerja dan tangga karir yang harus didaki, melainkan peluang pengembangan dan rancangan kerja yang fleksibel.

B.     Konsep Karir

Berasal dari bahasa Latin dan Perancis, istilah karir pada awalnya menunjukkan pengertian pathway (jalan kecil) atau racecourse (lintasan balapan), lintasan atau pergerakan cepat manusia, kuda, burung elang, benda-benda angkasa, atau serangkaian tindakan (Collin, 2006).

Konsep karir yang luas dan kompeks tersebut menimbulkan makna yang berbeda-beda. Makna yang popular barang kali tercrmin dalam gagasan peningkatan garis kerja – memperoleh penghasilan yang lebih besar, memiliki tanggung jawab yang lebih besar, dan memperoleh status, prestise dan kekuasaan yang lebih besar. Namun demikian, karir merupakan sejumlah konstruk / konsep dengan beberapa persamaan.

Konsep karir digunakan dalam beberapa disiplin akademik, seperti sosiologi, ekonomi tenaga kerja, psikologi vokasional dan karir. Misalnya, karir digunakan dalm sejumlah penjelasan sosiologis. Dari perspektif mereka yang tertarik pada peran pekerjaan dalam stratifikasi dan mobilita social. Pilihan karir ditafsirkan menurut pengaruh dan kendala yang dialami individu, seperti asal keluarga, pendidikan, kompetisi, etnik dan gender. Sosiolog lain yang menggunakan konsep karir dalam mempelajari organisasi memandang karir, misalnya, menurut pola piker, alur, keungkinan, titik balik, akumulasi modal cultural, dan isu kekuasaan dan kendali dalam dan atas pegawai.

Gagasan yang sangat berbeda ditemukan dalam psikologi vokasional dan karir. Di sini penekanannya pada individu, da nada perhatian yang berbatas pada factor kontekstual yang lebih luas, dan peluang serta kendala bagi individu. Akan tetapi, dampak kompetisi, etnik, kelompok dan gender pada saat ini semakin mendapat pengakuan. Karir memiliki makna khusus dalam ranah ini, beberapa pandangan di antaranya sebagai berikut (Collins, 2006)

1.   Pandangan yang berfokus pada kesesuaian antara orang dan pekerjaan dengan menggunakan daftar yang bervariasi, pendekatan ciri dan faktor yang menyerasikan ciri, kemampuan dan disposisi / kecenderungan pribadi dengan tuntutan pekerjaan.

2.   Kerangka menurut implementasi konsep-diri dan perkembangan hidup seseoarang, mengakui tahapan, tugas, dan konteks perkembangan dan kedewasaan karir.

3.   Konstruk lain memandang karir menurut perwakilan individual, pembelajaran sosial, pemrosesan informasi, perencanaan dan pembuatan keputusan.

4.   Perspektif lain berfokus pada bagaimana mereka memaknai pengalaman dan konstruk makna melalui aksi, naratif dan metaphor.

5.   Konsep karir lebih lanjut tentang karir digunakan dalam psikologi pekerjaan (industry, okupasi dan organisasi) dimana karir ditafsirkan menurut hubungan

a.    Individu dan organisasi

b.   Pengaruh struktur dan dinamika organisasi, desain pekerjaan, system penghargaan, manajemen karir, gaya manajemen dan pengendalian.

C.    Pengertian Karir

Karir adalah pekerjaan dari hasil pelatihan dan / atau pendidikan yang ingin dilakukan orang dalam waktu lama. Pengertian karir tersebut diperkuat oleh Andrey Collin (2006: 60) yang menyatakan, antara lain “individual work histories, sequences of and pattern in occupations and work positions, and upward proress in an occupations or in life generally.” Intinya, karir merupakan riwayat pekerjaan seseorang, serangkaian dan pola dalam pekerjaan dan posisi pekerjaan, serta kemajuan dalam pekerjaan atau dalam kehidupan.

Raymond A. Noe (2010) ada empat makna yang berbeda yang berbeda yang dapat diterapkan pada konsep karir;

1.   Karir dideskripsikan sebagai kemajuan

2.   Karir dideskripsikan sebagai profesi

3.   Karir dapat dianggap sebagai serangkaian pekerjaan sepanjang hidup

4.   Karir bisa dideskripsikan sebagai seragkaian pengalaman yang terkait dengan perannya sepanjang hidup.

Dalam hal ini, Greenhaus (dalam Ivancevch, 2013: 435) menyatakan,”a career is the pattern of work-related (e.g. job positions, job duties, decisions, subjective interpretation about work-related event) and activities over the span of the person’s work life”. Menurut pengertian ini, Karir adalah pola pengalaman yang terkait dengan pekerjaan (misalnya; posisi pekerjaan, kewajiban pekerjaan, keputusan dan interpretasi subjektif mengenai peristiwa yang berkaitan dengan pekerjaan) dan aktivitas sepanjang rentang masa hidup seseorang.

Perbedaan pandangan karir yang berkembang pada dasarnya mencakup hal-hal berikut;

1.   Protean Career

Adalah nama yang diberikan untuk mendeskripsikan karir yang didorong oleh individu dan bukan oleh organisasi (Brscoe, 2006).

2.   Boundary Less career

Mendiskripsikan karir yang melibatkan pergerakan lintas batas fisik dari perusahaan-perusahaan yang terpisah.

3.   Authentic Career

Orang mencapai tingkat wawasan yang tinggi mengenai wawasan pribadi dan menggunakan ini untuk mengikuti karir “jujur terhadap diri sendiri”.

4.   Potfolio Career

Merupakan karir yang dibangun di seputar kumpulan keterampilan dan di-kelola sendiri.

Dalam pengertian tersebut, karir portofolio berkaitan erat dengan keterampilan, minat, dan manajemen diri.



BAB II

PERENCANAAN DAN MANAJEMEN KARIR



A.    Perencanaan Karir

1.      Pengertian

Werner dan DeSimone (2006: 461) mendeskripsikan perencanaan kair sebagai berikut;

Perencanaan karir merupakan proses

1.   Menjadi sadar terhadap diri sendiri, peluang, kendala, pilihan dan konsekuaensi

2.   Mengidentifikasi tujuan yang terkait dengan karir

3.   Memprogram pekerjaan, pendidikan, pengalaman pengembangan yang terkait untuk memberi arah, timing, dan uruttan langkah untuk mencapai tujuan karir khusus.

2.      Tahapan Perencanaan Karir

Menurut Levon T. Ester (dalam Leong, 2008: 1495), proses perencanaan karir dapat dibagi menjadi empat tahap;

1.      Self-assesment (penilaian diri)

Mengacu kepada kemampuan individu mengumpulkan informasi mengenai minat, ketrampilan, kemampuan, nilai dan tipe kepribadian.

2.      Knowledge of academic-career options (pengetahuan terhadap opsi karir akademik)

Merujuk kepada kemampuan informasi mengenai dunia kerja.

3.      Indepth evaluation and goal setting (evaluasi secara mendalam dan penetapan sasaran)

4.      Career plan implementation (implementasi rencana karir)

3.      Perencanaan Karir dan Kebutuhan Pegawai

Berkaitan dengan perencanaan karir, yang dibutuhkan pegawai meliputi hal-hal berikut;

a.       Career aquity, Pegawai ingin memersepsi keadilan dalam kinerja organisasi, dan system promosi yang berkaitan dengan peluang kemajuan karir

b.      Supervisory concerns, Pegawai menginginkan penyelia memainkan peran aktif dalam pengembangan karir dan menyediakan umpan balik kinerja yang tepat waktu.

c.       Awareness of opportunities, Pegawai membutuhkan pengetahuan tentang peluang kemajuan karir yang ada di dalam organisasi.

d.      Employee interest. Pegawai memerlukan jumlah informasi yang berbeda dan memiliki tingkat minat yang berbeda terhadap karir tergantung pada sejumlah factor

e.       Career satisfaction. Pegawai, tergantung pada umur dan kedudukannya, memiliki tingkat kepuasan karir yang berbeda (Werther & Davis, 1985: 262)

Selain itu,  perencaan karir memiliki sejumlah manfaat, baik pegawai maupun bagi organisasi, keuntungan-keuntungan itu meliputi :

a)      Develops promotable employess. Perencanaan karir membantu mengembangkan persediaan internal talenta yang bisa dipromosikan.

b)      Lowers turnover, Perhatian dan kepedulian terhadap karir seseorang menghasilkan loyalitas organisasi yang lebih besar dan oleh karena itu menurunkan keluarnya pegawai.

c)      Tap employee potential, Perencanaan karir mendorong pegawai mengeluarkan lebih banyak potensi kemampuannya karena mereka memiliki tujuan karir.

d)      Further growth, Rencana dan tujuan karir memotivasi pegawai bertumbuh dan berkembang

e)      Reduces hoarding. Tanpa perencanaan karir, lebih mudah menumpuk bawahan-bawahan utama. Perencanaan karir menyadarkan pegawai, manajer / pimpinan tentang kualifikasi pegawai

f)        Satisfies employee needs. Dengan semakin sedikitnya menumpukan pegawai dan peluang pertumbuhan yang lebih besar, kebutuhan penghargaan pegawai, seperti pengakuan dan pencapaian lebih cepat terpuaskan.

g)      Assist affirmative action plans. Perencanaan karir membantu anggota kelompok yang dilindungi mempersiapkan untuk pekerjaan yang lebih penting. Persiapan ini bisa memberi kontribusi terhadap terpenuhinya jadwal tindakan afirmatif (Werther & Davis, 1985: 263)

DAFTAR PUSTAKA

Kaswan.2014.Career development.Bandung: Alfa Beta

Jadikan Kegagalan menjadi Titik Balik Untuk Progress...

Hampir semua orang pasti pernah merasakan yang namanya gagal,,,tapi tiap orang berbeda caranya untuk bangkit dan menyikapi kegagalan...
Orang yang bisa segera bangkit dari kegagalan dan bahkan memiliki semangat yang lebih dari sebelumnya itu luar biasa,,tidak sedikit yang impian, cita-cita ataupun keinginannya tidak terwujud menjadikan mereka frustasi, depresi atau bahkan bunuh diri..
Satu hal yang harus diingat bahwa apa yang menjadikan kita gagal karena apa yang kita mau atau yang kita inginkan belum di ridhoi oleh yang Maha kuasa dan pastinya ada rencana lain yang lebih baik buat kita nanti meskipun itu masih rahasia langit dan kita pun kadang belum bisa mikir sejauh itu...
Apa yang terbaik menurut kita belum tentu itu yang terbaik menurut yang diatas, meski pahit bahkan sakit tapi jangan jadikan alasan untuk terpuruk dalam waktu yang lama..
berusahalah untuk membaca kisah-kisah inspiratif dan membaca sepak terjang orang2 sukses sebagai motivator kita dan suntikan semangat untuk bangkit...percayalah bahwa Yang diatas melihat semua perjuangan dan jerih payah kita...
Jadikanlah kegagalan sebagai titik balik untuk Progress ke arah yang lebih maju baik secara mental, pemikiran dan perilaku...meski ini hal yang tidak mudah dijalani tapi yakinlah bahwa gagal ini karena jalan yang harus kita tempuh sekarang adalah yang terbaik yang ditunjukkan Yang Maha kuasa yang pastinya kita akan dituntun ke jalan yang lain yang justru lebih baik,,,berusahalah selalu berpikir positif...!!!
Kembalikanlah segalanya pada Sang pengatur hidup bahwa di balik rancangan hebat kita ada skenario hebat dari-Nya, meng-imani Qodho dan Qodarnya dan tetap ikhlas jalani hari-hari tuk meraih segala mimpi,,,jadilah lebih baik, jadikanlah kegagalan menjadi evaluasi diri untuk rekomendasi dalam melangkah,,,,tetaplah percaya diri bahwa semakin banyak kita mendapat benturan hidup semakin kokohlah mental kita,,,,


Kartini Kekinian, Emansipasi berlebihan, Persamaan Gender atau Bahkan Feminisme ?

Menyambut hari Kartini ke-137 yang jatuh pada tanggal 21 April 2016, begitu antusiasnya masyarakat indonesia dan masyarakat Jepara pada khususnya untuk merayakannya dengan memakai pakaian kebaya ke sekolah, kantor atau bahkan dirumah saja,,,,
Momen ini dianggap wajib untuk kaum wanita karena melihat sejarah perjuangan seorang pahlawan wanita ibu Kartini yang berhasil membawa kaum wanita pada zamannya hijrah ke arah perubahan secara signifikan yang waktu itu masih terbelenggu oleh adat yang mengebiri hak-hak mereka...Kalau ditengok ke belakang sejenak lewat bukunya kartini " HABIS GELAP TERBITLAH TERANG " memang tonggak terjadinya perubahan peradapan emansipasi wanita dimana kaum wanita mulai mendapatkan hak yang sama dengan pria terutama hal pendidikan.
Berbicara tentang persamaan hak antara pria dan wanita atau yang lebih dikenal dengan emansipasi wanita, disinilah yang kadang menjadi kontroversial di beberapa pihak...
Yang sebenarnya substansi dari perjuangan Kartini adalah membuat kaum wanita lebih dihargai suaranya, diberi kesempatan untuk maju, dan memiliki hak yang setara dengan kaum pria dengan porsi yang tidak melebihi batas dengan tidak melupakan kewajibannya...
Tidak bisa kita pungkiri bahwa wanita juga memiliki tanggung jawab domestik dalam rumahtangga sebagai istri dan ibu dari anak - anaknya...Tapi disisi lain karena memiliki hak yang sama untuk maju dan berkembang wanita juga ingin sukses di karirnya atau sebagai wanita pekerja...Disinilah yang sering menjadi perdebatan antara pendapat bahwa wanita harus tahu kodratnya sebagai istri dan ibu atau lebih melihat pendapat bahwa segala sesuatu tidak perlu dilihat dari Gender sebagai wanita atau pria ?
Karena emansipasi ini ada beberapa dampak yang bisa kita lihat secara nyata yaitu adanya rebutan kesempatan / lapangan kerja sehingga ada sebagian pria yang justru jadi pengangguran yang notabene sebagai kepala rumahtangga yang punya tanggaung jawab menafkahi keluarga...
Atau bahkan para wanita penganut paham Feminisme yang diartikan sebagai aliran yang ingin memperjuangkan hak-hak dari kaum wanita agar mendapat hak yang sama tanpa adanya diskriminasi..Karena sejarah telah membuktikan bahwasanya hak-hak kaum wanita sering dikesampingkan dalam segala hal baik keluarga maupun hukum, kemudian negara kurang melindungi hak-hak kaum wanita dengan aturan hukum yang ada padahal hak-hak kaum wanita rentan terhadap pelanggaran-pelanggaran yang sering merugikan kaum wanita yang esensinya wanita adalah kaum yang lemah...
 Tidak perlu menuding siapa atau bagaimana yang kurang sesuai cukup koreksi saja diri kita sendiri, mau menjadi bagaimana ? mau memilih menjadi yang seperti apa ? karena aturan agamapun sudah mengatur hak dan kewajiban wanita dan pria secara jelas dan detail...kritikan yang membangun untuk negara ataupun pihak-pihak tertentu akan sangat membangun tapi harapannya disampaikan tanpa menyinggung mereka...
Menjadi pribadi wanita yang kekinian dengan mengklaim diri karena emansipasi, persamaan gender atau bahkan penganut feminisme sah-sah aja asalkan tidak melupakan tanggungjawab sebagai anak, istri, ibu dan warga negara serta tidak melupakan ajaran agama....

Membuat Skala Prioritas untuk Mencapai Banyak Target

Memiliki banyak target yang harus dicapai dalam kurun waktu yang hampir bersamaan ?? Bingung mana yang harus di dahulukan ya,,,,? Kita harus pikirkan bagaimana caranya agar semua terlaksana dan dapat dijalani dengan baik tanpa menimbulkan dampak yang ga sesuai dengan yang diinginkan...
Biasakan membuat skala prioritas untuk memilah dan memilih mana yang harus di dahulukan sesuai urutannya, dan apabila memang dari beberapa aktivitas harus dikerjakan bersama setidaknya ada porsi waktu yang harus diplanning agar hasilnya maksimal,,,kita manusia biasa dengan tingkat stres dan kejenuhan yang tinggi harus bisa me-manage waktu dan segenap tenaga agar target yang kita inginkan tetap tercapai,,,
Bukan tidak mungkin banyak target yang telah kita list, kita Planning dengan baik hasilnya meleset tapi setidaknya skala prioritas bisa menjadi tolok ukur untuk tahu tingkat prosentase kesibukan kita dalam membagi waktu,,,karena kita juga memiliki kewajiban lain yang ga bisa kita tinggal begitu saja hanya demi target2 kita yang lain,,,,
Kita membuat target adalah untuk perencanaan masa depan, tapi dalam masa depan kita juga ada orang-orang terkasih yang membutuhkan perhatian dan perlu kita pikirkan juga...
Kadang aku pun merasa waktu 24 jam sehari itu kurang bila di konversi dengan banyaknya aktivitas yang harus dikerjakan,,,tapi ini sudah merupakan teori alam bahwa segalanya pun harus kita buat sebagaimana normalnya waktu berjalan...
Dalam hidup tidak semua yang kita mau akan tercapai tapi dengan skala prioritas kita pun bisa mengevaluasi dimana kekurangannya ketika target kita ada yang ga kesampaian, ada banyak rekomendasi yang kita dapat dari situ dan tentunya kedepan membuat kita lebih progress / lebih maju lagi dan harapan untuk sukses menggapai target ataupun mimpi menjadi semakin dekat...
Walaupun kemampuan dan kapabilitas tiap orang berbeda, disinilah yang bisa menjadi koreksi diri ketika melihat seberapa besar keinginan kita dan seberapa banyak waktu kita yang akhirnya skala prioritas yang kita buat pun tidak asal - asalan dan terkesan asal bikin tapi hasilnya nol besar...gak pengen kan semua jadi amburadul ??? ok mulailah lakukan dari sekarang,,,planning waktu dengan baik, buat skala prioritas dan jalankan dengan baik,,,semoga berhasil...